Terkubur Mimpi ke Final AFF, Pelatih Singapura: Kartu Kuning Pertama Safuwan Bukan Pelanggaran, Sulit Menerima

26 Desember 2021, 23:37 WIB
Pelatih Singapura, Tatsuma Yoshida /Tangkapan layar - Football Association of Singapore

TABANAN BALI – Meski langkah terhenti ke babak final Piala AFF oleh Indonesia. Pelatih Lions Tatsuma Yoshida bangga dan tetap memuji asuhannya yang mampu mencapai semifinal Piala Suzuki untuk pertama kalinya sejak 2012.

Bertanding di National Stadium, Sabtu 25 Desember 2021 tepat pada perayaan Natal kedua kesebelasan harus melewati babak perpanjangan waktu setelah bermain imbang 2-2 selama 90 menit pertandingan.

Pada babak perpanjangan waktu Singapura harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia dengan mengunci skor 4-2 menang agregat gol 5-3 atas Singapura.

Baca Juga: Pengakuan Kapten Singapura Usai Kalah Hadapi Indonesia di Piala AFF, Hariss: Kecewa dan Merasa Dirugikan Wasit

Pada pertandinga tersebut gol Indonesia dicetak melalui Ezra Walian menit 11, Pratama Arhan menit 87, gol bunuh diri Shawal Anuar menit 91 dan Egy Maulana Fikri menit 105.

Pertandingan Singapura dengan Indonesia tersebut cukup banyak terjadi pelanggaran. Bahkan mengeluarkan kartu hanya sebanyak tiga kali terhadap pemain Singapura.

Baca Juga: PSS Sleman Boyong Tiga Pemain Baru, Malah Gagal Datangkan Guy Junior Meski Sempat Jalani Medical Check Up

Diantaranya Kartu merah diberikan Safuwan karena bentrok dengan Rizky Ridho dan melawan wasit. Kemudian kartu merah diberikan kepada Gabriel Quak. Hingga Kiper Hassan diusir keluar lapangan pada menit ke-119 karena melakukan pelanggaran terhadap Irfan Jaya.

Kekalahan atas Singapura dan keputusannya dengan mengeluarkan kartu merah terhadap tiga pemain Singapura membuat pelatih Singapura juga ikut angkat Bicara.

Baca Juga: Terpental dari Bali United, Melvin Platje Sebut Selalu Kenang Juara Liga 1 dan Tak Lupa Pendukung Bali United

Tatsuma Yoshida mengatakan kartu kuning pertama Safuwan tidak melanggar, sementara kartu merah Irfan dan Hassan adalah hasil dari percobaan mereka.

“Sulit untuk menerima (Keputusan wasit), tetapi saya mencoba,” tulis Tabanan Bali seperti dikutip dari laman The Straits Times, 26 Desember 2021.

Baca Juga: Link Live Streaming Semifinal Piala AFF 2020, Thailand vs Vietnam di Layanan Vidio.com Malam Ini

dan demikian tetapi memuji anak asuhnya. Ada tanda-tanda perbaikan setelah kualifikasi Piala Dunia Juni, di mana Lions kalah dalam tiga pertandingan, mengirim 12 gol dan tidak mencetak satu pun.

"Ada perbedaan yang sangat besar (dibandingkan dengan Juni)," kata orang Jepang itu. Anak-anak dan saya belajar banyak dari pengalaman itu dan kami menunjukkan semangat itu melawan Indonesia.

Baca Juga: PSS Sleman Kalah Cepat Berebut Pemain Baru dengan Barito Putera, Guy Junior Resmi Berseragam Laskar Antasari

“Saya sangat semangat mereka, semangat juang mereka. Mereka tidak menyerah bahkan ketika kami kehilangan satu pemain, dan kemudian satu lagi, dan kemudian yang lain. Mentalitas pantang menyerah ini paling penting jika kami ingin berkembang. dan menjadi lebih kuat,” pungkasnya. ****

Editor: Genta Sugiwa

Sumber: The Straits Times

Tags

Terkini

Terpopuler